Nada-Nada Hujan

Seperti titik-titik hujan yang membumi dan menghapuskan kekeringan. Seperti irama lagu yang melantun membuai rasa. Menyatu lalu membaur mencoba menghilangkan penat yang membungkus.

Papa~
Seandainya kita bisa bicara berdua saja, seperti teman.
Sebenarnya sy punya banyaaaak skali cerita yg mau sy bagikan. Tentang hal-hal yg tiidak sy mengerti, orang-orang disekitarku, bahkan tentang sy sendiri. Ah iya, hal kecil seperti warna kesukaanku sj mungkin Papa belum tau kan? :’)
Papa~
Seandainya kita bisa se’dekat’ dan seakrab dulu.
Ya, dulu waktu sy masih kecil, waktu sy belum kenal siapa-siapa, waktu sy sempat lupa sama Mama krn ditinggal ke tanah suci. Haha ingatkan sy cuma lari dan gelendotan di pangkuannya siapa? Papa :’)
Papa~
Seandainya sy bisa ceritakan semua hal yg terjadi.
Seandainya Papa tahu bagaimana sebuah cerita lama bisa begitu membekas di hatiku sampai detik ini, bagaimana sebuah kejadian lampau begitu memperanguhi pembentukan karakterku hari ini, dan bagaimana sepenggal kisah lalu bisa begitu menentukan masa depanku.
Papa~
Sy tidak pernah tega dan mampu menyalahkan siapa-siapa di dalam kejadian itu. Sy sudah terlampau kecewa dibuatnya karena melihat apa yg tidak seharusnya sy lihat waktu itu. Sy yakin Allah punya maksud yg baik dalam hidup kita melalui setiap cara-Nya kan? :’)
Iya, begitu juga dengan kita berdua. Kita bertiga, berempat, dan semuanya :))
Papa~
Sy sayang sama Papa, bagaimanapun dan apapun itu.
You are always be my first man in this life.
Ajari sy bagaimana memanage masa lalu itu supaya jadi hal yg baik untuk cerita masa depanku.
Seandainya kita bisa membahas itu :’)
Papa~
I love you much (˘⌣˘)ε˘`)

11 months ago
  1. hujanbabo posted this